Konsultasi Syari’ah

Assalaamu’alaikum wr.wb.

Pengunjung blog DPC PKS Kuranji yang dirahmati Allah, halaman ini merupakan rubrik tanya jawab seputar masalah syari’ah.

Bagi Anda yang memiliki pertanyaan seputar hukum-hukum fiqh, sejarah Islam, tafsir Al-Quran/Hadits dan sebagainya, bisa menuliskan pertanyaan pada kolom komentar. Dan insyaAllah akan dijawab oleh para ustadz yang berkompeten di bidangnya.

Semoga bermanfaat.
Terimakasih

*****

10 responses to “Konsultasi Syari’ah

  1. @sobri sang pembaharu

    syukron jazakallah atas blognya,..
    perkenallakn ana sobri ustad,..
    ada beberapa pertanyaan masyalah syariah,. mungkin ada beberapa yang melenceng dari topik,.. tapi harapannya dijawab,..
    1. ustad,. Suami wajib memberi nafkah anak dan istri,.. apa hukumnya kalo suami ternyata memakan uang penghasilan istri,..
    2. ustad,.kita bekerjaa dilingkungan yang heterogen sekali,.. multi agama ada disana,. namun pemiliknya orang islam,.. meskipun seperti itu orang non muslim lebih banyak ketimbang muslim,. apa hukumnya kita bekrja disana ustad??
    3. ana pernah mendapat tausyiah dari seorang ustad,. mengajari ilmu pengetahuan kepada orang yang tidak taat kepada Allah haram,.
    benarkah ustad??
    mengajar anak2 non muslim??
    syukron ustad.

    • dijawab oleh Ustadz Dr. Urwatul Wusqo

      1. Hubungan antara suami istri adalah hubungan kasih sayang mawaddah dan rahmah. Tidak ada salahnya sang suami memakan hasil pendapatan istrinya. Akan tetapi yang mesti ditanamkan dalam diri seorang suami adalah perasaan bahwa dia menjadi kepala rumah tangga yang baik bagi keluarganya. Sebagaimana Nabi Muhammad s.a.w. juga mempergunakan harta Khadijah r.a. untuk keluarga dan kemasalahatan dakwah Islam .

      2. Tidak ada larangan kita bekerja bersama orang non muslim, apatah lagi pemiliknya orang Muslim. Hatta kalau pemiliknya orang non muslim sendiri pun tidak ada masalah, selagi kita tidak dilarang mengimplementasikan nilai-nilai Islam dan barang yang dijual bukanlah yang haram.

      3. Tidak ada larangan mengajar orang non muslim akhi, mudah-mudahan mereka mendapat hidayah dari apa yang kita ajarkan. Suatu hal yang menjadi kata kunci dari pertanyaan di atas adalah Islam merupakan agama yang menjadi rahmatan lil alamin.

      wallahu a’lam
      ‘afwan

  2. 1. assalamu’alaikum, ustadz, ana punya beberapa teman dr HTI. beliau sering bertanya dan komentar baberapa hal tentang kegiatan ana. eseperti tentang pakaian, beliau pernah bertanya apakah ada hukum, dalil, atau buku serta pendapat dari ulama2 terkenal yang membolehkan tidak memakai ‘gamis’ asal menutup aurat. afwan ustad jika ada kata yang salah.

    • dijawab oleh Ustadz Dr. Urwatul Wusqo

      wa’alaikumussalam wr.wb.
      pertanyaannya seharusnya dibalik kepada mereka. Apa dalilnya dari al-Quran dan Sunnah yang mewajibkan pakai gamis bagi kaum muslimah? Dan kalau ada yang mewajibkan dari ulama, apa dasar dalilnya?
      Itu semua masuk dalam pembahasan ushul fiqh, ada sesuatu yang dipakai oleh Rasulullah s.a.w. karena bagian dari yang dipakai oleh masyarakat pada masa itu. Dan itu tidak termasuk bagian dari sunnah, sebab gamis itu juga dipakai oleh sahabat sebagaimana juga dipakai oleh musuh-musuh Islam seperti Abu Jahal dan Abu Lahab.

      wallahu a’lam.

  3. terimakasih atas pertanyaan yang telah diberikan.
    insyaAllah akan segera dijawab oleh para asatidz.

  4. assalaamu’alaikum wr.wb.
    ustadz, ana punya beberapa pertanyaan. semoga ustadz berkenan untuk menjawabnya.
    1. ana punya anak perempuan berumur 16 bulan. sering kejadian, ketika ana sedang shalat, dia pipis dan nempel ke ana sehingga pakaian shalat (mukena) terkena bekas pipis. kadang pipisnya kena ke sajadah juga. pertanyaannya, apakah shalat ana tetap sah atau harus dibatalkan dan mengganti pakaian atau sajadah dengan yang bersih?
    2. kita tahu bahwa menutup aurat itu wajib hukumnya. lalu apa hukumnya menjual pakaian yang tidak memenuhi syarat untuk menutup aurat? seperti pakaian yang banyak dijual sekarang terutama untuk para muslimah. apakah sama hukumnya dengan pejual khamar atau barang2 haram lainnya?

    syukran atas jawabannya ustadz.

    • dijawab oleh ustadz Dr. Urwatul Wusqo

      wa’alaikumussalam wr.wb.
      1. ulang lagi shalatnya karena pakaiannya sudah terkena najis mutawassithah dan wajib dibersihkan. cara yang cepatnya yaitu ditukar dg pakaian lain.
      2. pakaian yg pada dasarnya jelas dipakai untuk keluar rumah dan tidak menutup aurat maka tidak boleh dijual oleh seorang muslim yg taat dengan keimanannya, karena semua akan diminta pertanggungg jawabannya nanti pada hari kiamat. akan tetapi pakian yang masih mengandung kemungkinan bahwa ia dipakai utk di dalam rumah ataupun di luar maka dalam hal ini bukanlah merupakan masalah untuk dijual oleh seorang muslim.

      wallahu a’lam

  5. gimna caranya menghillangkan rasa putus asa sesaat??
    dan bisa maju dengan percaya diri,tanpa mengiraukan hambatan…

  6. gadihminangnaneloklaku

    Assalamu’alaykum wr. wb

    Ustadz,

    ana mau tanya ustd:
    1. Apakah wanita yang sedang haid diperbolehkan menambah hapalan qur’annya atau tidak? atau boleh sekedar muraja’ah saja?
    ada beberapa pandangan soal ini ustd. ana pernah tanya sama murabbiah ana, kata beliau, menambah hapalan saat haid diperbolehkan, asal tujuannya bukan untuk ibadah (membaca seperti biasa). Ada pula akhwat yg mengatakan “tidak boleh”.

    2. klo sekiranya tidak boleh, lalu bagaimana dengan saudari2 kita yang kuliah atau sekolah di ma’had tahfizh / wajib punya hapalan (kayak STPIQ)? bukankah menghapal al quran sudah menjadi keharusan bt mereka?

    syukran jazakallah khairan katsiran atas jawabannya ustadz..

  7. Bismillahirrahmanirrahim..
    Assalamu’alaikum wr wb..
    Afwan ustadz ada beberapa hal yang ingin ana tanyakan,,:
    1. Ana pernah mendengar bahwa semua binatang laut itu halal,apakah juga ikan hiu yang buas dan paus yang bernafas dengan paru-paru serta menyusui anaknya?
    2. Jika kita berpuasa daud apakah boleh diikuti juga dengan puasa yaumul bidh dan juga puasa senin, kamis, karena bertepatan pada hari tersebut kita sedang tidak puasa,, ada yang pernah mengatakan tidak boleh dengan menyandarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin amr bin al-‘ash yang dalam matan hadits tersebut beliau menyampaikan kepada Rasulullah bahwa beliau mampu melakukan lebih dari puasa daud, kemudian rasulullah menjawab: “tidak ada yang lebih baik dari itu”.
    3. Bagaimana mengkategorikan bahwa suatu hadits telah ditambahkan atau sejenisnya? Ana pernah mendapati hadits yang menurut ana terlalu vulgar dan bahasa matannya yang juga aneh, namun ketika ditengok perawinya, merupkan perawi yang tidak diragukan, yaitu Muslim.
    Jazakallah khairan katsir ustadz untuk jawabannya.

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s