Ukhti, Jangan Sampai Didiskon Apalagi Diobral !!

Bagi yang sering berbelanja di pasar, kita sering menemukan barang diskon dan obral. Apa sebabnya? Mungkin karena barangnya sudah usang atau mendekati kadaluarsa. Atau mungkin mau cuci gudang, dan masih banyak sebab lainnya. Mengapa sampai ada label diskon, tentu karena daya tariknya berkurang, tentu peminatnya juga tidak seberapa. Mengapa sampai diobral? Karena memang mau cuci gudang, sudah tidak update lagi. Jadi yang penting laku.

Apakah obral dan diskon mungkin menimpa diri kita? Tentu saja bisa, kalau kita mengizinkannya. Terjadinya diskon dan obral pada diri kita adalah disebabkan keteledoran kita menjaga izzah kita sebagai perempuan, sebagai tiang negara. Yang seharusnya kita saat ini adalah bunga mawar di tepi jurang, sulit untuk menyentuh apalagi mengambilnya. Bukan seperti bunga di tepi jalan, siapa saja boleh mengambil dan menyentuhnya

Maaf, ukhti kata-katanya mungkin terlalu menyayat luka orang yang didiskon. Lha, orang kok didiskon, emang barang dagangan? Bukan ukhti, itu hanya ibarat untuk diri kita. Kita menarik bukan karena lipstik dan make up kita. Tapi, kita menarik karena seluruh tubuh kita tertutup rapi kecuali wajah dan telapak tangan. Kita menarik bukan karena kecerdasan kita menggoda lelaki sembarangan, tapi kita menarik karena keistiqomahan kita menundukan hati dan pandangan dari yang Allah haramkan.

Lalu ada kasus yang hampir sama, ketika kita jalan-jalan ke toko buku, lalu sampai di sana kita menemukan buku yang tinggal satu-satunya dan itu pun kemasannya sudah sobek atau sama sekali tidak berbungkus lagi. Lalu dengan alasan karena tidak berbungkus tadi kita minta diskon sama penjaga toko. “Mbak, bukunya udah terbuka neh, dan nggak berbungkus lagi, bisa diskon dunk mbak”. Karena alasan yang kita sampaikan bisa diterima pihak toko, mereka pun mengiyakan permintaan kita. Jadilah buku itu didiskon beberapa persen.

Ukhti, jangan sampai kita terkena diskon lalu membuat kita tak berbungkus rapi, tak menutup aurat dan tak menjaga kehormatan diri. Tapi yakinlah ukhti, semakin indah akhlak kita maka akan semakin baik orang yang akan memberi label pada diri kita. Karena orang-orang akan memberikan label pada diri kita sesuai dengan kualitas yang kita miliki. Apabila selama ini kita mengumbar aurat, tentu nilainya beda dengan orang-orang yang tertutup rapi.

Tentu beda ukhti, antara seorang muslimah yang aktivitasnya terjaga dari hal-hal yang Allah haramkan dengan muslimah yang menghabiskan umurnya dengan bermaksiat kepada Allah. Bukan hanya dalam pandangan Allah tapi juga dalam pandangan manusia. Lalu, apa lagi yang membuat kita nyaman mengumbar aurat dan menghabiskan waktu dengan orang-orang yang belum Allah halalkan kita berkhalwat dengannya.

Ukhti, jangan turunkan “bandrol” demi kenikmatan sesaat. Jaga terus labelnya agar tetap memiliki nilai yang tinggi. Semoga kita adalah insan yang senantiasa mulia dalam pandangan-Nya dan indah dalam pandangan orang-orang mukmin karena kegigihan kita menjaga kehormatan diri. Amin.

Penulis : Aidul Fitri Nasti
Alumni Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Medan
Guru SMK TRITECH INFORMATIKA MEDAN

sumber : bersama dakwah

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s