Hukum Telah Berselingkuh, Negara Lumpuh

oleh : Fahri Hamzah

@Fahrihamzah

1. Kalau saya mencemaskan melemahnya institusi negara, pasti karena negara adalah harapan kita.

2. Bukan karena fukuyama berkesimpulan bahwa negara makin kita perlukan… perlu kita perkuat.

3. Meski negara sering disebut sebagai “necessary evil”, tetapi apa yg terjadi jika negara tak ada.

4. Apa yang terjadi jika kita tdk hidup dalam satu bendera.. dalam kebinekaan yang aneka rupa.

5. Maka negara wajib ada dan negara wajib diperkuat adanya.

6. Maka saya mencemaskan pelemahan negara, bukan oleh oposisi tetapi oleh mereka yang berhalusinasi.

7. jika negara secara telanjang berbuat bodoh dan amatir membuat kita semua malu.

8. Sikap sy yg terkesan “mencemooh” keterangan presiden akan adanya rencana kudeta adalah serius.

9. Saya menganggapnya serius karena dia kepala negara, kepala pemerintahan dan panglima tertinggi angkatan perang kita.

10. Jika pemimpin tertinggi dan terkuat di negeri ini ‘salah sangka’ dan ‘salah kata’ maka kita semua dlm bahaya.

11. Indonesia adalah negara terbesar nomor 4 di dunia dan negara demokrasi ke-3.

12. Jika pemimpinnya sembarangan kita bisa kehilangan kendali di dalam dan di luar.

13. Untung kita tidak dalam situasi perang dengan negara lain..sebab jika ya, maka tontonan hari ini tdk menarik.

14. Tetapi kita punya masalah di dalam negeri yg intinya adalah “hukum tidak tegak”.

15. Hukum yg tdk tegak itu adalah biang kerok sengketasosial… dan bahkan sengketa antar lembaga negara.

16. Cobalah lihat bagaimana kita saling serang, saling tangkap dan saling sadap…dan kita anggap sebagai sukses.

17. Hukum yg menjadi alat pencitraan belaka adalah mesin penumpuk masalah dan kita menghadapi petaka suatu hari.

18. Pasal2 karet dimaenkan dan pasal2 berlapis dimaenkan demi ego dan kampanye suatu kelompok.

19. Mungkin mereka menolak menyebut hukum berselingkuh dengan politik tapi hukum telah bersatu dengan teror.

20. Hukum tidak lagi menjadi alat mencapai keadilan tapi semacam alat balas dendam…atas nama rakyat.

21. Hukum semakin mengalami personalisasi, menjadi milik negara atau institusinya… bukan milik bersama.

22. Hukum hijau bagi si A tapi merah bagi di B dan hitam bagi si C…hukum tak lagi sama.

23. Pasal 27 UUD 45 telah diabaikan secara telanjang… kita tak lagi bersamaan kedudukan dihadapan hukum dan pemerintahan.

24. Lalu kita semua kehilangan pemimpin? Karena rupanya pemimpin tertingginya paling galau.

25. Maka wajar kalau kita berkesimpulan bahwa negara sedang lemah dan presiden seperti kehilangan kendali.

26. Kelemahan negara inilah yang saya cemaskan…apakah saudara tidak cemas?

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s