Gerakan “Belanja Tanpa Menawar”, PKS Padang

pks padang
Berbagai Cara unik dan menarik di lakukan oleh kader PKS untuk selalu dekat bersama masyarakat. Sesuai dengan arahan presiden PKS Anis Matta bahwa kita harus terus bekerja. PKS kota padang mengimplementasikannya kedalam sebuah program “Gerakan 30.000 rupiah berbelanja tanpa menawar”. Gebrakan ini dilaksanakan di pasar tradisional Alai kecamatan Padang Utara, Minggu (24/03), selain bentuk silaturohim juga dalam rangka menghidupkan dan mencintai pasar tradisional.
Kader PKS kota Padang secara  serentak turun kepasar untuk berbelanja. Sekitar 100 orang ikut serta dalam kegiatan ini, mereka adalah peserta dari pelatihan LT 3 besar yang di angkatkan oleh bidang kaderisasi PKS Kota Padang.
Sebelumnya para peserta mengikuti rangkaian acara yang di laksanakan bidang kaderisasi di gedung LKKS Sumbar dari pagi hingga zuhur. Sesuai dengan kontrak pelatihan para peserta wajib untuk turun kepasar untuk berbelanja tanpa menawar  dengan nominal berbelanja sebesar Rp 30. 000.
Sontak kegiatan turun kepasar menjadi perhatian warga pasar terutama para pedagang. Salah seorang pedagang mengataka “ado a kini ko, kok banyak bana urang nan babaju putiah balanjo…??  biaso e dak  takah iko do.” (ada apa ini, kok banyak sekali orang yang berbelanja memakai baju putih..?? biasanya tidak ada seperti ini)”.
Pemandangan ini merata terlihat di sepanjang pasar alai, kemanapun berjalan di pasar kader PKS terlihat dengan kostum putih, ada juga yang memakai pakaian PKS langsung.  Kader PKS pada umumnya membeli kebutuhan sehari-hari seperti, minyak goreng, cabe, bawang, gula pasir dan lainnya.
Dalam berbelanja kader di minta untuk aktif berdialog kepada pedagang, dialog yang di sampaikan juga harus santai agar pedagang merasa nyaman dan tidak mengganggu aktifitas si pedagang. Acara berbelanja ke pasar juga diikuti oleh Wakil Walikota Padang H. Mahyeldi beserta ibu yang juga kader PKS. Dalam kesempatan itu masyarakat tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bertemu langsung dan berdialog.
H. Mahyeldi dengan senyum sumringah dan hangat menyapa para pedagang pasar dan berdialog sambil berbelanja kebutuhan sehari-hari. Para pedagang senang bisa bertemu langsung sosok pepimimpin kota padang ini dan menyampaikan aspirasi mereka seputar permasalahan yang ada di pasar alai, seperti masalah kebersihan pasar yang agak kurang terawat.
Pak Wawa sapaan akrab H. Mahyeldi mengatakan, “Untuk masalah kebersihan pasar ini memang harus digalang kekuatan bersama untuk menjaga dan merawat pasar agar tetap bersih dan nyaman”.
Selain itu juga pedagang mengeluhkan sebagian bangunan pasar yang retak agar bisa segera di perbaiki.  Dalam kesempatan lain Pak Wawa berdialog dengan seorang nenek pengupas bawang merah, beliau melihat jari nenek yang sudah hitam karena mengupas bawang dan beliau  menanyakan kepada si nenek, “Bara kilo sehari mengupas bawangko mak..??(berapa kilo dalam satu hari ini mengupas bawangnya bu..??)” si nenek menjawab “limo baleh kilo sehari”(lima belas kilo dalam sehari). Pak Wawa “iko alah bara kilo yang siap..??(ini sudah berapa kilo yang siap)” nenek “ iko baru sapuluah kilo”(ini baru sepuluh kilo).
Setelah berdialog bersama nenek pak Wawa melajutkan berbelanja bersama ibu untuk membeli kebuthan yang lain, tak lupa senyum dan sapa beliau kepada setiap pedagang yang di lewati. (Al)

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s