PIP PKS Malaysia Gelar Mukhayyam Al-Quran I

Malaysia – Didasari oleh semangat meningkatkan interaksi kader dengan Al-Quran, PIP PKS Malaysia menyelenggarakan Mukhoyyam Al-Quran I pada 17-19 Februari 2012 bertempat di Masjid Al-Ghufran, Damansara.

“Apakah dalam hidup ini kita lebih sibuk daripada Rasulullah dan para sahabat sehingga tidak mempunyai waktu untuk Al-Qur’an? Pertanyaan ini dikemukakan oleh Al-Ustadz Abdul Aziz Abdul Rauf al-Hafiz di bagian awal taujihnya. Beliau menggambarkan bahwa saat ini umat Islam sudah sangat jauh meninggalkan Al-Quran. Jangankan mentadabburi, membacanya saja terkadang sudah tidak sempat lagi lantaran ‘kesibukan’ sehari-hari. Padahal, Rasulullah dan para sahabat senantiasa berinteraksi secara intensif dengan kitab suci ini di sepanjang kehidupan mereka. Hal ini karena pada hakikatnya, kunci kesuksesan, kemenangan dan kebahagiaan hidup tersimpan di dalam kitab suci tersebut.

Ustadz Abdul Aziz menjelaskan bahwa untuk membangun kedekatan dengan Al-Quran diperlukan kesabaran dan istiqomah (ishthibar atau tashabbur) karena penghalang dan godaannya tidak sedikit, baik yang berasal dari faktor internal (jiwa yang malas dan lemah) maupun eksternal (syaithan dan lingkungan yang tidak kondusif). Namun dengan niat ikhlas karena Allah, usaha terus menerus, dan banyak berdoa insya Allah kedekatan itu akan tercipta hingga pada satu titik tertentu, semua kesulitan dalam perjuangan membangun kebersamaan dengan Al-Quran itu akan berubah menjadi kenikmatan. Bahkan, beliau tambahkan, hal tersebut akan menciptakan efek ‘ketagihan’ yang positif dimana orang tersebut akan merasa ada yang kurang atau hilang jika satu hari saja tidak berinteraksi dengan Al-Quran dan berusaha untuk menambah intensitas interaksinya dari waktu ke waktu.

Dalam mukhoyam selama 3 hari tersebut, setiap peserta dituntut mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak satu kali dan menyetorkan hapalan mereka sebagaimana yang ditentukan kepada para musyrif dan musyrifah. Tidak mengherankan, jika pada umumnya para peserta hanya tidur kurang dari 2 jam sehari. Meskipun demikian, mereka tetap bersemangat dan ceria hingga menuntaskan kegiatan ini di hari terakhir. Rangkaian taujih, tilawah, qiyamullail, dan tahfiz selama kegiatan ini betul-betul memberikan tambahan spirit ruhiyah dan motivasi kepada para peserta untuk semakin meningkatkan hapalan.

sumber : pk sejahtera

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s