Apapun Opsi Pemerintah Tentang BBM, Jangan Beratkan Nelayan

Jakarta – Kombinasi kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tentang pembatasan konsumsi bertahap sekaligus konversi dari bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) serta kemungkinan kenaikan harga BBM bersubsidi janganlah diberlakukan untuk nelayan. Demikian disampaikan Anggota komisi IV DPR RI Tamsil Linrung di Jakarta, Minggu (19/2).

“Sebab, pengeluaran terbesar bagi para nelayan itu di BBM, sekali melaut sekitar 60 sampai 70 persen pengeluaran untuk biaya BBM. Wajarnya, pemerintah memberikan subsidi khusus BBM untuk nelayan. Sehingga, apapun opsi yang diberlakukan janganlah memberatkan nelayan,” kata dia.

Tamsil menjelaskan, subsidi khusus tersebut ideal besarnya 50 persen dari harga BBM umum dan pelaksanaan subsidi khusus bagi nelayan tersebut mekanismenya disalurkan melalui SPBU-SPBU khusus nelayan.

Politisi PKS ini menambahkan, pemerintah sedang melakukan test case terhadap wacana kenaikan harga BBM, yang sebenarnya menjadi opsi satu-satunya untuk kondisi saat ini. Namun, pemerintah cenderung menahan langkah tersebut untuk melihat reaksi pasar dan momentum yang tepat , agar tidak menimbulkan persoalan baru di masyarakat.

Jika opsi kenaikan BBM dilakukan, lanjut Tamsil, maka pemerintah harus melakukan lima hal. Pertama, konsisten melakukan pengawasan. Kedua, jaga faktor-faktor yang memicu inflasi. Ketiga, segera jalankan program penghematan. Keempat, segera jalankan penggunaan BBG.

“Dan, tentunya jangan diterapkan kepada nelayan dan usaha kecil lainnya,” tegas Anggota DPR RI Dapil II Sulawesi Selatan ini.

sumber : pk sejahtera

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s