Mensos: 35 Ribu Pemukiman Kumuh DKI Akan Direlokasi Agar Hidup Lebih Layak

Jakarta – Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan, penataan wilayah kumuh yang akan dilakukan pemerintah merupakan upaya memanusiakan kembali warga dengan tinggal di tempat yang lebih layak.

“Itu pekerjaan yang luar biasa, hampir 35 ribu KK yang akan direlokasi, ini artinya memanusiakan mereka sebab tidak lagi tinggal di rumah di pinggir kali, sungai juga akan semakin bagus,” kata Mensos di Jakarta, Jumat (19/2).

Menurut dia, sosialisasi terhadap masyarakat mulai dilakukan dan diharapkan mereka akan pindah dengan sendirinya dari wilayah kumuh ke rumah susun yang akan disiapkan pemerintah.

“Saya pikir mereka akan melihat mana yang terbaik, sebab tinggal di pinggir sungai dalam kekumuhan bukan yang pilihan terbaik,” tambahnya.

Sebanyak 14.075 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di permukiman kumuh di kawasan DAS Ciliwung, Jakarta akan dipindahkan (relokasi) ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dalam upaya penanganan masalah penataan perkotaan.

Kegiatan tersebut berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat yang bermaksud menata DAS Ciliwung, dan saat ini masih dalam proses perumusan rencana penanganannya.

Program penataan direncanakan akan berlangsung selama tiga tahun, dan diharapkan Kementerian Perumahan Rakyat dapat membangun 29 menara rusunawa yang mampu menampung 34.051 KK penduduk yang selama ini menghuni DAS Ciliwung.

Pemindahan warga dari pemukiman kumuh tersebut akan berlangsung dua tahap, yaitu tahap pertama meliputi Kelurahan Manggarai sebanyak 2.390 KK, Kelurahan Bukitduri sebanyak 3.526 KK, Kelurahan Kampung Melayu sebanyak 7.233 KK, dan Kelurahan Kebon Baru sebanyak 264 KK.

Sedangkan tahap kedua meliputi Kelurahan Gedong sebanyak 387 KK dan Kelurahan Tanjung Barat sebanyak 275 KK. Dalam hal ini Kementerian Sosial akan berkontribusi dalam pendampingan sosial, penanganan kelompok rentan dan penanganan fakir miskin.

Terkait tugas Kementerian Sosial tersebut, tujuannya agar meningkatkan kesiapan warga untuk direlokasi ke rusunawa, serta nantinya dapat menciptakan perumahan dan lingkungan sosial yang sehat dan mendukung pelaksanaan peran dan fungsi kelurga serta komunitas.

Berdasarkan Data BPS hasil sensus penduduk 2011 mencatat penduduk miskin sebanyak 32,02 juta jiwa atau 13,33 persen dari total jumlah penduduk. Dari jumlah penduduk miskin tersebut sebanyak 11,05 juta jiwa berada di perkotaan dan 18,97 juta jiwa di perdesaan.

sumber : situs DPP PKS

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s