Sudah Saatnya Sungguh-sungguh dalam Berjuang

“Engkau tidak akan pernah meraih kemuliaan sampai engkau memakan buah shabira (buah yang sangat pahit)…”

Heran, kagum, bangga pada saat kita mendengar ustadz kita membacakan biografi para ulama. Mereka kebanyakan hafal alqur’an sebelum baligh, memiliki pemahaman begitu luas dan mendalam diusia yang relatif belia. Bahkan kadang mereka mengawali keberhasilan hidup ini dengan keterbatasan yang sangat.

Seperti Qatadah r.a., seorang ahli tafsir dari kalangan tabi’in yang dilahirkan dalam keadaan buta. Theodore Roosevelt mantan presiden AS yang terkenal sebagai pemanah dan pemburu ulung walaupun buta sebelah. Imam Bukhari harus rela berjalan berbulan-bulan hanya untuk mencari sebuah hadits dan setiap perjalannya dia menemukan guru barunya. Washil ibn ‘Atha seorang dai dikalangan mu’tazilah meskipun tak bisa mengucapkan huruf “r”.

Dengan kesungguhanlah setiap kita akan bisa meraih obsesi kita biidznillah. Orang buta itu bisa jadi ulama, penggembala kambing jadi pemimpin, orang fakir mennjadi kaya raya, orang yang tidak dikenal menjadi legendaris, anak yang tidak lulus kuliah bisa sukses.

Serius dan kesungguhan sebagai kunci tunggal yang sangat menentukan untuk meraih kesuksesan, telah diperintahkan oleh Allah subhanahuwata’ala dan RasulNya serta telah dibuktikan oleh orang-orang sebelum kita sehingga prestasi dan nama-nama mereka harum semerbak terukir indah dijagad raya ini.

“Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat”
— QS. Al-Muzammil : 5 —

Perkataan yang berat yang Allah maksud, tidak mungkin bisa dijalankan kecuali dengan kesungguh-sungguhan

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain”
— QS. Al Insyirah : 7 —

Waktu adalah amal. Allah tidak menyuruh manusia untuk bersantai-santai setelah selesai satu urusan. Bahkan Allah memerintahkan urusan lain dengan sungguh- sungguh. Apapun bentuk aktivitas, jika ingin bernilai tinggi, harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh.

Setiap kemenangan pastilah akan menjadi kenangan bagi setiap kita, dan besarnya nilai kebahagiyaan meraih kemenagan itu tentu berbanding lurus dengan kompetisi dan perjuangannya.

Wallahu ‘Alam Bishawab

oleh : Abu Halim

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s